Rabu, 16 Desember 2015

Kasus KlikBCA



Steven Haryanto, pembuat lima situs KlikBCA palsu yang beralamat di www.klikbca.com, kilkbca.com, clikbca.com, klickbca.com dan klik bac.com meminta maaf kepada pihak Bank Central Asia (BCA). Permintaan maaf itu dikirimkan via email kepada BCA, Rabu (6/6/2001) dan ditembuskan pada redaksi detikcom dan Satunet.com. Seperti diberitakan sebelumnya, Steven yang pernah bekerja di media online Satunet.com ini telah membuat beberapa situs yang sama persis dengan situs internet banking BCA yang beralamat di www.klikbca.com. Jika masuk ke lima situs itu, Anda akan mendapatkan situs internet
yang sama persis dengan situs klikbca.com. Hanya saja saat melakukan login,
Anda tidak akan masuk ke fasilitas internet banking bca dan akan tertera
pesan "The page cannot be displayed". Fatalnya, dengan melakukan login
di situs-situs itu, user name dan PIN internet Anda akan terkirim pada
sang pemilik situs. Dalam pernyataannya, Steven menyatakan menyesal dan mengakui telah
menimbulkan kerugian kepada pihak BCA dan pihak pelanggan yang
kebetulan masuk ke situs palsu tersebut. Namun Steven menyatakan menjamin bahwa
dia tidak pernah dan tidak akan menyalahgunakan data tersebut.
Steven juga menyerahkan kembali data user yang didapatkannya kepada BCA. "Sejauh pengetahuan saya, data ini tidak pernah bocor ke tangan ketiga dan hanya tersimpan dalam bentuk terenkripsi di harddisk komputer pribadi saya. Mohon BCA segera menindaklanjuti data ini," tulis Steven. Dia juga menyatakan akan menyerahkan semua domain kepada BCA. Berikut surat permintaan maaf Steven kepada BCA:
Dear BCA,
Dengan ini saya:
Nama: Steven Haryanto
Alamat: ***** ***** ***/***, Bandung 40241
Pembeli domain-domain internet berikut:
WWW.KLIKBCA.COM
KILKBCA.COM
CLIKBCA.COM
KLICKBCA.COM
KLIKBAC.COM
Melalui surat ini saya secara pribadi dan tertulis menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Saya menyesal dan mengakui telah menimbulkan kerugian kepada pihak BCA dan pihak pelanggan yang kebetulan masuk ke situs palsu tersebut. Namun saya menjamin bahwa saya tidak pernah dan tidak akan menyalahgunakan data tersebut. Bersama ini pula data user saya serahkan kepada BCA. Sejauh pengetahuan saya, data ini tidak pernah bocor ke tangan ketiga dan hanya tersimpan dalam bentuk terenkripsi di harddisk komputer pribadi saya. Mohon BCA segera menindaklanjuti data ini. Dengan ini juga saya ingin menjelaskan bahwa perbuatan ini berangkat dari rasa keingintahuan saja, untuk mengetahui seberapa banyak orang yang ternyata masuk ke situs plesetan tersebut. Tidak ada motif kriminal sama sekali. Alasan nyatanya, saya bahkan memajang nama dan alamat asli saya di domain tersebut, dan bukan alamat palsu. Sebab sejak awal pembelian saya memang tidak berniat mencuri uang dari rekening pelanggan. Saya tidak pernah menjebol, menerobos, atau mencoba menerobos sistem jaringan atau keamanan milik BCA/Internet Banking BCA. Melainkan, yang
saya lakukan yaitu membeli beberapa domain plesetan dengan uang saya
sendiri, dan menyalin halaman indeks dan halaman login www.klikbca.com
ke server lain. Itu tetap suatu kesalahan, saya akui. Saya tidak pernah mengkopi logo KlikBCA atau mengubahnya. Semua file yang dilihat pemakai, kecuali file halaman depan dan halaman login di situs-situs gadungan, berasal dari server aslinya di
http://www.klikbca.com/.
Kesimpulan
Kejahatan kriminal yang di lakukan oleh Steven mendapat kerugian dari pihak BCA serta nasabah BCA, dari kasus ini diharapakan kepada pihak BCA agar memberi keamanan lebih kepada situs resmi BCA dan memberikan informasi kepada nasabah tentang situs resmi BCA, selain itu juga diharapkan keapada nasabah BCA lebih berhati- hati dalam menulis situs dan lebih teliti sebelum memasukkan nama, pin, password pada situs tersebut.
Solusi
BCA : Memberikan informasi kepada nasabah tentang situs resmi BCA, Pengamanan berlapis pada situs BCA, memperkerjakan tenaga ahli pada bagian Keamanan
Nasabah : Mengkonfirmasi ulang kepada BCA tentang situs mereka sebelum memberikan pin, password atau pun username dan data data penting kita, lebih teliti dalam melihat detail situs BCA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar